Mountain Peak

Semua tentang hiking ada di sini

hiking

Kesalahan Yang Harus Dihindari Saat Mendaki

Alam Indonesia memiliki banyak sekali tujuan wisata alam. Orang-orang yang sangat cinta dengan alam selalu memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan rasa cinta dan syukurnya atas kenikmatan alam yang indah, subur, dan membahagiakan ini.

Salah cara yang biasa dilakukan adalah mendaki gunung. Dari atas gunung kita bisa menyapu pandangan jauh lebih luas dan pastinya memandang kehidupan ini dari sudut pandang yang berbeda.

Banyak komunitas pencinta alam yang melakukan kegiatan pendakian aktif ke beberapa gunung di Indonesia, bahkan setiap universitas terdapat komunitas pecinta alam yang melakukan pendakian ke sejumlah tempat.

Namun untuk bisa lebih dekat dengan alam, kita tidak sekedar mendatanginya saja, namun kita harus tahu tata krama yang harus diindahkan untuk bisa berpelukan dengan alam. Jangan sampai niat baik kita bersinergi dengan nuansa pegunungan terkotori oleh kegiatan-kegiatan yang tidak seharusnya dilakukan.

Selama ini asih banyak pihak yang melakukan berbagai kesalahan saat sedang mendaki. Tak harus kesalahan besar, tapi semua dimulai dari hal-hal kecil. Untuk itu ada baiknya kita mengamati beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pendaki.

1. Membawa barang-barang tidak penting
barang-hiking
Kesalahan ini biasanya dilakukan oleh para pendaki pemula. Biasanya mereka banyak membawa bekal-bekal yang kurang penting seperti bekal makanan dan pakaian. Untuk menghindari itu, ada baiknya mempertimbangkan setiap barang yang akan dibawa.

Teliti dulu kegunaan dan prioritasnya, usahakan untuk tidak membawa 2 barang yang memiliki fungsi yang sama. Contohnya: kalau kita membawa 2 pasang sepatu, yang satu untuk medan yang mudah, yang lainnya untuk medan yang terjal dan berat. Kita bisa siasati dengan membawa sepasang sepatu saja yang bisa digunakan dan diandalkan di segala medan.

2. Malas makan
makan-hiking
Saat baru sampai di lokasi perkemahan usai melakukan perjalanan yang panjang dan melelahkan, tidak sedikit pendaki yang langsung memasang tenda kemudian tidur, dan tidak memikirkan lagi soal air atau makan, atau bahkan hanya sekedar makan cemilan.

Padahal makan setelah perjalanan panjang dan melelahkan merupakan satu hal yang paling penting untuk dilakukan, mengingat tubuh kita perlu banyak tambahan tenaga setelah energi kita terkuras habis saat melakukan perjalanan.

3. Memakai pakaian yang tidak sesuai
pakaian-hiking
Pakaian berbahan katun sah-sah saja dipakai pada kegiatan mendaki dalam waktu singkat, misalnya hanya sehari atau dua hari. Namun untuk pendakian jangka panjang, pakaian ini sebaiknya tidak digunakan. Jika waktu perjalanan pendakian cukup panjang, lebih baik memakai pakaian berbahan polyester.

Bahan polyester punya lebih banyak kelebihan, salah satunya bisa cepat kering kering, hal ini akan sangat berguna untuk menghadapi hujan dan udara yang sangat dingin. Selain itu sebaiknya kita hindari memakai celana jeans, selain sulit mengering, celana jeans juga sangat tidak efektif dalam menghadapi udara yang sangat dingin.

4. Membawa banyak makanan kaleng
makanan-kaleng
Makanan kaleng memang cocok untuk dibawa saat pendakian karena cenderung praktis dan cepat penyajiannya. Namun beban yang dimiliki oleh makanan kaleng itu juga cukup lumayan. Membawa terlalu banyak makanan kaleng akan menambah beban serta menghasilkan banyak sampah yang bisa mengotori lingkungan.

Cara mengakalinya adalah kita bisa pindahkan isi makanan kaleng tersebut kedalam plastik dan simpan di tempat yang cukup aman sebelum melakukan pendakian. Hal ini akan meringankan beban anda dan mengurangi sampah kaleng yang dihasilkan. Sampah plastik juga lebih ringan dan simpel untuk anda bawa pulang kembali.

5. Meninggalkan sampah pendakian
sampah-gunung
Sampah-sampah plastik atau bahkan kadang kala kotoran manusia tidak jarang ditemui saat perjalanan pendakian, hal ini benar-benar sangat mengganggu kenyamanan dan keindahan, dan sudah tentu sangat merusak alam. Ini adalah kesalahan paling fatal yang sering dilakukan oleh pendaki, khusunya pendaki pemula.

hiking

Ini Dia Manfaat Hiking!

Untuk kamu-kamu yang suka kegiatan hiking, gunung mana aja yang udah kamu taklukin? Buat kamu yang suka hiking, pasti kamu udah ngrasain banyak sekali manfaat dari hobi kamu yang satu itu.

Tapi gimana nih buat yang tidak suka hiking atau belum tahu tentang hiking? Sepertinya kamu memang perlu tahu manfaat hiking nih. Ini dia manfaat hiking:

Menghilangkan stress
Hiking sangat direkomendasikan untuk orang yang gampang stress. Soalnya hiking sangat ampuh buat menghilangkan stress. Kamu bakalan disuguhi sama pemandangan alam yang bikin mata dan otak jadi seger lagi. Terus kamu juga bisa menghirup udara segar yang jarang sekali kamu dapatkan di kota-kota besar.

Membentuk karakter yang positif
Karena hiking perlu suatu tim yang kuat, maka dari itu, waktu kamu melakukan kegiatan hiking ini kepribadian kamu bisa jadi lebih positif lho. Kamu jadi nggak egois, suka penolong, ramah dengan para pendaki yang lain. Dan tentunya sikap baik itu akan bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menyehatkan Tubuh
Kegiatan hiking tentu saja bisa bikin badan jadi lebih sehat. Misalnya seperti mengatasi obesitas, mencegah penyakit jantung, menurunkan kadar kolesterol, mencegah diabetes dan osteoporosis dan yang pasti bisa bikin badan fresh kembali karena aktifitas hiking itu bisa banget melatih fisik kamu.

Membentuk fisik yang kuat
Untuk kalian yang suka hiking, otomatis badan kalian bisa jadi lebih kuat. Karena aktifitas jalan kali melewati jalur pendakian sambil bawa beban yang berat itu secara nggak langsung jadi latihan fisik buat badan dan otot-otot.

Meningkatkan rasa percaya diri
Jika kami semua sering hiking, secara nggak langsung kamu pasti akan punya bentuk tubuh yang bagus. Nah kalo udah gitu, tentu saja kamu bisa lebih percaya diri.

Menambah teman dan wawasan
Hiking pasti dilakukan secara tim. Di perjalanan pun kamu bisa bertukar pikiran sama para pendaki yang lain, otomatis wawasan kamu bisa bertambah. Kalo pun kamu sendirian, kamu bisa gabung sama pendaki yang lain. Mereka biasanya ramah-ramah.

pulau-padar

Wisata Gunung Di Indonesia Dengan Pemandangan Paling Indah

Indonesia dikenal sebagai surga untuk para pendaki. Hal ini tidak mengherankan karena Indonesia memang kaya akan jalur penjelajahan yang sangat menakjubkan. Pada di akhir perjalanan, Anda dapat menjumpai hutan hujan yang masih sangat alami, hamparan padang rumput yang amat luas, sampai pantai pasir putih yang belum terjamah.

Kali ini kami akan mencoba membahas soal jalur pendakian dengan pemandangan terindah yang bisa menggoda anda untuk menulusurinya:

1. Pulau Padar, Taman Nasional Komodo
pulau-padar
Masuk di daerah Taman Nasional Komodo, Pulau Padar adalah habitat untuk reptil purbakala kebanggaan Indonesia, komodo. Walaupun Pulau Komodo dan Pulau Rinca jauh lebih populer untuk para wisatawan, tapi sebenarnya Pulau Padar menawarkan pemandangan yang tidak kalah indahnya. Jika beruntung Anda bisa saja berpapasan langsung dengan komodo!
pulau-padar
Dan sepanjang perjalanan mendaki dari pantai merah jambu hingga menuju ke puncak tertinggi di Pulau Padar, Anda akan menyaksikan panorama laut biru dan perbukitan hijau yang membuat anda serasa di surga!

2. Gunung Kelimutu, Flores
gunung-kelimutu-flores
Gunung yang di puncaknya memiliki Danau Tiga warna ini menghadirkan jalur hiking yang menantang dan pasti akan sangat berkesan. Danau di puncak gunung Kelimutu ini memang mempunyai warna berbeda yakni putih, biru hingga coklat kemerahan. Dan uniknya lagi adalah, warna-warna tersebut bisa berubah-ubah seiring waktu.
danau-tiga-warna
Karena kabut tebal sering menyelimuti puncak Gunung Kelimutu, para pendaki disarankan untuk datang lebih awal agar dapat mencapai puncak tepat pada ketika matahari terbit. Biasanya, para pendaki berangkat dengan menaiki angkutan umum antara jam 3.30 hingga 4.00 dini hari.

3. Air Terjun Sipiso-Piso, Sumatera Utara
air-terjun-sipiso-piso
Air terjun setinggi 120 meter yang terletak di sebelah utara Danau Toba ini dijamin akan memuaskan mata dari para pecinta alam ataupun wisawatan. Bahkan dari tempat parkir saja Anda sudah menyaksikan pemandangan alam yang sangat luar biasa.

Untuk bisa mencapai tempat ini dari area parkir harus menuruni sedikitnya 600 buah anak tangga, dan jika kita sudah tiba di bawah pengunjung bakal dapat langsung melepas lelah dengan berenang di kolam air terjun tersebut. Secara keseluruhan, untuk mencapai air terjun ini hanya membutuhkan waktu selama satu setengah jam.

4. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat
gunung-rinjani
Gunung Rinjani merupakan tujuan hiking yang paling terkenal di Indonesia. Selain pemandangannya sangat indah, medannya juga lumayan menantang. Waktu yang diperlukan untuk menaklukkan gunung ini kurang lebih empat hari tiga malam dan harus melewati berbagai jenis ekosistem, dari hutan hujan, danau, sumber air panas, hingga savana.
segara-anakan-rinjani
Begitu sampai di puncak, mata dari para pendaki bisa akan termanjakan dengan pemadangan di danau vulkanik Segara Anakan. Bahkan kalau sedang beruntung dan kebetulan langit sedang cerah, para pendaki bisa menyaksikan seluruh area Pulau Lombok sampai Bali dari kejauhan!

5.Pulau Gunung Api Banda, Maluku
pulau-gunung-api-banda
Hal paling ditunggu-tunggu oleh setelah lelah melakukan pendakian apalagi selain bisa menyaksikan panorama menawan yang tampak dari puncak. Hal itulah yang bisa Anda saksikan saat anda menyusuri Pulau Gunung Api Banda.

Pulau tidak berpenghuni yang seluruh daratannya merupakan gunung api vulkanis ini memiliki ketinggian sekitar 656 meter di atas permukaan laut. Untuk bisa sampai ke puncak anda harus menelusuri medan yang cukup menantang.

Perjalanan menuju puncak mungkin bisa membuat Anda cukup kelelalan, namun semua perjuangan tersebut rasanya tidak akan sia-sia begitu melihat pemandangan laut biru yang sangat menakjubkan

6. Lembah Baliem, Papua Barat
lembah-baliem
Berlokasi di Pegunungan Jayawijaya, Lembah Baliem ditempati oleh suku asli yang kehidupannya masih terisolasi dari dunia luar dan hidup menyatu dengan alam. Suku asli ini merupakan salah satu dari peninggalan peradaban tertua yang masih bertahan di Indonesia.
lembah-baliem
Tetapi sekarang sudah banyak akses yang memudahkan para wisatawan untuk berkunjung ke desa-desa terpencil tersebut untuk melihat langsung tradisi nenek moyang yang masih lestari. Dari rumah adat, pakaian tradisional, serta mencicipi aneka makanan khas setempat.

7. Gunung Merbabu, Jawa Tengah
gunung-merbabu
Dengan ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut, puncak Gunung Merbabu mencoba menghadirkan sebuah keindahan alam yang amat menakjubkan. Pasalnya dari puncak Gunung Merbabu ini para pendaki bisa menyaksikan dengan jelas tujuh puncak gunung lainnya, yaitu: Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Dataran Tinggi Dieng, Gunung Telomoyo, gunung Ungaran, Gunung Merapi serta Gunung Lawu.

hiking

Jangan Sampai Salah, Inilah Perbedaan Hiking Dan Trekking

Kita sering mendengar istilah “hiking” dan “trekking” saat membahas soal pendakian. Tidak sedikit yang belum paham soal kedua istilah tersebut. Mungkin beberapa dari anda pernah mendengar rekan Anda merasa bangga dengan trekkingnya mendaki gunung Merapi.

Atau dalam suatu waktu, Anda memperoleh tugas untuk melakukan hiking selama beberapa hari dan menyusuri hutan yang bertujuan untuk membuat jalur baru ke gunung.

Nah, berdasarkan pernyataan yang sudah disebutkan di atas. Apakah mendaki gunung Bromo itu masuk kategori trekking? Sedangkan pembuatan jalur baru ke gunung masuk dalam kategori hiking?

Berikut ini perbedaan antara hiking dan trekking:

Hiking
hiking
Hiking merupakan salah satu kegiatan di luar ruangan dimana pelakunya melakukan kegiatan berjalan kaki sebagai kegiatan rekreatif dan olahraga. Biasanya tujuannya adalah lokasi yang memiliki pemandangan indah, dengan jalur yang sudah ada (sudah dibuat sebelumnya).

Trekking
trekking
Trekking merupakan perjalanan panjang dilakukan dengan berjalan kaki di daerah yang biasanya belum ada sarana transportasi yang disediakan disana, melewati jalur yang belum dipetakan, serta di lingkungan yang menantang, mungkin dengan melewati perbukitan atau pegunungan.

Berikut ini perbedaan jelas antara hiking dan trekking:

Lokasi
Lokasi tujuan hiking biasanya adalah jalur yang sudah di buat sebelumnya, bahkan di beberapa titik sudah di bangun papan penunjuk sehingga memudahkan pendaki, sementara trekking di lakukan di area yang benar-benar belum pernah terjamah.

Contohnya di daerah pegunungan yang memiliki hutan belantara sehingga pandangan kita menjadi terbatas.

Waktu
Waktu yang di butuhkan untuk melakukan hiking biasanya tidak terlalu lama, mungkin hanya satu hari. Sedangkan trekking perlu waktu yang relatif lama, bahkan bisa sampai berminggu-minggu saat melakukan perjalanan.

Lamanya waktu dalam kegiatan trekking disebabkan karena jalurnya yang panjang dan juga pemecahan dalam menghadapi bentuk topografi medannya.

Jarak Tempuh
Jarak tempuh kegiatan hiking relatif dekat, sementara trekking jarak tempuhnya sangat panjang.

nadine-chandrawinata

Nadine Chandrawinata, Si Cantik Yang Gemar Mendaki Gunung

Dikenal sebagai seorang yang peduli dengan lingkungan hidup, Nadine Chandrawinata sudah lama diketahui gemar dengan kegiatan menyelam. Namun, sejak tahun 2010 silam, Nadine mencoba kegiatan lain yang sama menantangnya. Ya… sejak beberapa tahun silam, Nadine juga gemar dengan olahraga mendaki gunung atau hiking.

Walaupun Nadine tidak ingin disebut sebagai seorang pendaki gunung, tapi dalam kurun waktu 6 tahun, mantan Puteri Indonesia 2005 ini sudah meninggalkan jejak kaki di puncak beberapa gunung di dalam dan luar negeri.

Beberapa gunung yang sudah ditaklukkan oleh wanita bertinggi 1,75 m ini diantaranya adalah Gunung Merapi, Gunung Gede, Gunung Prau di Dieng, Gunung Gokyo di Nepal, serta Gunung Everest, walaupun dia hanya sampai kaki gunungnya saja.

Begitu pula Puncak Jaya di Irian Jaya, dengan tinggi sekitar 4.884 meter di atas permukaan laut, juga masuk dalam daftar sebagai gunung yang sudah ditaklukannya.
nadine-chandra
Sebagai catatan, untuk bisa sampai ke Puncak Jaya, Nadine harus menembus hutan rimba, melewati hamparan pohon pakis di alam terbuka, mengalami perubahan tekanan udara di tiap 500 meter, menanjak di tengah kegelapan, sampai terpeleset dan menghantam terjalnya tebing.

“Saya baru tahu kalau kepanikan bisa bikin orang susah bernapas. Itu saya alami waktu kandungan oksigen di puncak sudah mulai menipis,” cerita Nadine.

Kegiatan hiking yang dilakukan Nadine bersama dengan rekan-rekannya ini sebenarnya tidak hanya untuk menyalurkan hobi. Ini sebuah perjalanan yang direkam dan saat ini sedang dipersiapkan untuk membuat film dokumenter.

Film yang menceritakan tentang 7 gunung tertinggi di Indonesia, adalah bagian dari kampanye global warming yang ternyata sudah memberi efek negatif kepada ketujuh gunung ini.
nadine
Bahkan, wanita yang membintangi beberapa judul film ini juga menuturan akibat pemanasan global, hujan salju yang menutupi puncak gunung tidak bisa bertahan lama karena cepat mencair.

Kalaupun ada sisa salju, paling banyak cuma sekitar 20 persen saja. Itu pun bukan lagi di puncak piramida, tetapi di pegunungan sekitarnya yang lebih rendah. Tentang hal ini, Nadine berusaha keras mengingatkan perilaku manusia untuk lebih peduli kepada lingkungan.

“Mungkin untuk masyarakat kota dampak global warming nggak begitu terasa. Namun, kita harus lebih sensitif lagi sama perubahan alam saat ini, seperti cuaca panas yang ekstrem, penurunan volume salju, dan penambahan volume air di Benua Antartika akibat es mencair,” tegasnya.

Aman Mendaki gunung, Sederhana Tapi Efektif

aman mendaki gunung

Cara aman mendaki gunung

Aman mendaki gunung tentu diharapkan semua orang. Mencapai puncak gunung mungkin membawa kesenangan tersendiri bagi sebagian orang disamping pemandangannya yang sangat langka dan indah, tentu saja ada kebanggaan karena sudah pernah mendaki gunung tertentu.

Berikut adalah cara aman mendaki gunung

1. Perhatikan peralatan yang anda bawa agar tetap aman dan nyaman sewaktu mendaki gunung. Contohnya seperti sepatu untuk mendaki maupun jenis pakaian yang bisa digunakan dalam berbagai macam cuaca karena di atas sana, cuaca bisa berubah dengan cepat.

Untuk sepatu, pastikan sepatu pas dengan ukuran kaki agar bisa melindungi tumit anda serta tidak licin.

Jika medan yang dilalui berbatu, agar aman mendaki gunung, anda bisa memanfaatkan tongkat penopang yang biasa disebut pole oleh para pendaki. Peralatan ini membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Untuk pakaian, pilihlah pakaian yang bisa dibuka dan dilepas dengan mudah, menggunakan material yang ringan serta tahan air dan angin. Lengkapi diri anda juga dengan tabir surya, sunglasses serta topi.

Di atas sana, ketika kondisinya kadar oksigen rendah, suhu bisa berubah dengan sangat cepat sehingga pakaian sangatlah menentukan.

Jangan lupa membawa makanan dan minuman yang cukup karena anda akan jauh dari pemukiman penduduk.

2. Hiking pada altitude yang tinggi bisa membawa dampak pada kesehatan. Acute mountain sickness (AMS) adalah penyakit umum yang terjadi akibat efek ketinggian, gejalanya berupa sakit kepala, lelah, mual, mengantuk atau pun susah tidur.

Sebenarnya ada beberapa jenis gangguan kesehatan lain, namun kali ini kita akan fokus kepada AMS

Untuk meminimalisirnya, jangan terlalu cepat naik ke ketinggian tertentu, biarkan tubuh beradaptasi dahulu, manfaatkan tabung oksigen portable, rutin minum, jagalah tubuh agar tetap hangat dan makan secara teratur.

Jika keadaan semakin memburuk, segeralah turun untuk mencari pertolongan medis, perlu diketahui, tidur pada ketinggian tertentu yang rendah kadar oksigennya akan membuat badan anda terasa lelah pada pagi harinya.

3. Tetap waspada, persiapan yang baik dan mematuhi aturan keselamatan selama pendakian akan memberikan pengalaman dan tantangan dalam hidup anda. Jangan lupa untuk membawa suplemen zat besi untuk berjaga-jaga.

*Photo credit to fhcrc.org

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén