Dikenal sebagai seorang yang peduli dengan lingkungan hidup, Nadine Chandrawinata sudah lama diketahui gemar dengan kegiatan menyelam. Namun, sejak tahun 2010 silam, Nadine mencoba kegiatan lain yang sama menantangnya. Ya… sejak beberapa tahun silam, Nadine juga gemar dengan olahraga mendaki gunung atau hiking.

Walaupun Nadine tidak ingin disebut sebagai seorang pendaki gunung, tapi dalam kurun waktu 6 tahun, mantan Puteri Indonesia 2005 ini sudah meninggalkan jejak kaki di puncak beberapa gunung di dalam dan luar negeri.

Beberapa gunung yang sudah ditaklukkan oleh wanita bertinggi 1,75 m ini diantaranya adalah Gunung Merapi, Gunung Gede, Gunung Prau di Dieng, Gunung Gokyo di Nepal, serta Gunung Everest, walaupun dia hanya sampai kaki gunungnya saja.

Begitu pula Puncak Jaya di Irian Jaya, dengan tinggi sekitar 4.884 meter di atas permukaan laut, juga masuk dalam daftar sebagai gunung yang sudah ditaklukannya.
nadine-chandra
Sebagai catatan, untuk bisa sampai ke Puncak Jaya, Nadine harus menembus hutan rimba, melewati hamparan pohon pakis di alam terbuka, mengalami perubahan tekanan udara di tiap 500 meter, menanjak di tengah kegelapan, sampai terpeleset dan menghantam terjalnya tebing.

“Saya baru tahu kalau kepanikan bisa bikin orang susah bernapas. Itu saya alami waktu kandungan oksigen di puncak sudah mulai menipis,” cerita Nadine.

Kegiatan hiking yang dilakukan Nadine bersama dengan rekan-rekannya ini sebenarnya tidak hanya untuk menyalurkan hobi. Ini sebuah perjalanan yang direkam dan saat ini sedang dipersiapkan untuk membuat film dokumenter.

Film yang menceritakan tentang 7 gunung tertinggi di Indonesia, adalah bagian dari kampanye global warming yang ternyata sudah memberi efek negatif kepada ketujuh gunung ini.
nadine
Bahkan, wanita yang membintangi beberapa judul film ini juga menuturan akibat pemanasan global, hujan salju yang menutupi puncak gunung tidak bisa bertahan lama karena cepat mencair.

Kalaupun ada sisa salju, paling banyak cuma sekitar 20 persen saja. Itu pun bukan lagi di puncak piramida, tetapi di pegunungan sekitarnya yang lebih rendah. Tentang hal ini, Nadine berusaha keras mengingatkan perilaku manusia untuk lebih peduli kepada lingkungan.

“Mungkin untuk masyarakat kota dampak global warming nggak begitu terasa. Namun, kita harus lebih sensitif lagi sama perubahan alam saat ini, seperti cuaca panas yang ekstrem, penurunan volume salju, dan penambahan volume air di Benua Antartika akibat es mencair,” tegasnya.